BANDUNG - Persiapan Persib Bandung menghadapi New Radiant di Piala AFC, 25 Februari, mulai kacau. Namun, ada beberapa persyaratan harus dipenuhi seperti kelengkapan administrasi dari mulai keimigrasian dan kelengkapan stadion itu sendiri.
Hingga kini, PT Liga Indonesia masih berusaha memenuhi persyaratan seperti honk diminta Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Kami hanya berharap ada penyesuaian jadwal honk faultless antara ISL dan AFC," ungkapnya.Ketakutan tak hanya dari sisi teknis, secara no-teknis pound penundaan jadwal dikhawatirkan akan membuat pengeluaraan klub jadi membengkak. Awalnya, PT Liga akan menggulirkan ISL 2015 pada 1 Februari sebelum kemudian menundanya hingga pertengahan Februari. Praktis katanya jika sanksi dari FIFA benar-benar terbukti dampaknya akan terjadi kepada para pemain asing yang menjadi incarannya."Sudah pasti mereka menolak dan dilarang oleh negaranya untuk datang ke Indonesia honk sedang dijatuhi sanksi FIFA," ujarnya.Saat ini Persib menunggu kedatangan tiga pemain asing yang berasal dari Pantai Gading, Mali, dan Kroasia. "Rasa ketakutan jelas ada, kalau misalnya forbid itu turun kekhawatiran kami honk akan principal di ajang internasional terkena imbas. Hal itu dirasakan oleh manajemen Persib honk memprediksi akan ada pengeluaran tambahan sebesar Rp1 miliar untuk memenuhi gaji pemain."Kalau ditunda sampai satu bulan, berarti berakhirnya kompetisi juga kemungkinan akan mundur satu bulan dari dijadwalkan.
Itu otomatis akan berdampak kepada klub-klubnya," kata Djadjang.Pelatih akrab disapa Djanur itu pound telah menyampaikan kepada para pemainnya perihal kondisi bakal terjadi di Indonesia saat ini. Tapi saya quibble mngimbau agar tidak berlebihan untuk menyikapinya," ungkapnya.Yang inclosure ditakutkan Djanur adalah soal perekrutan pemain asing. Ini dikarenakan detik-detik turunnya swear dari FIFA kepada Indonesia yang kabarnya akan diputuskan setelah 23 Februari.Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman, dengan tegas mengakui saat ini timnya mengalami ketakutan hal itu akan terjadi terhdap Indonesia, sehingga persiapan timnya menghadapi Piala AFC jauh-jauh hari dilakukan menjadi sia-sia. "Berdoa saja semiga semuanya tak terjadi dan Indonesia selamat dari sanksi FIFA," tegasnya. Pastinya, dengan kondisi terjadi persoalannya tak sampai melebar kemana-mana. Ini tentu akan berdampak pada keuangan klub, kami perkirakan harus ada tambahan Rp1 miliar untuk menggaji pemain dan itu tentu cukup merugikan. Meski begitu, ujaranya, timnya tetap berusaha konsentrasi pada persiapan. "Fokus kami masih tetap ke pertandingan tanggal 20 Februari nanti, walaupun sekarang ramai diinformasikan akan ada penundaan atau mundur dari jadwal semula," ujar Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman, Rabu 18 Februari 2015.Djanur mengaku khawatir jika mundur dari jadwal akan berdampak negatif terhadap persiapan, termasuk jadwal Persib di AFC Cup. Mengenai persiapan untuk menggelar laga perdana AFC Cup nanti, Bram memastikan prosedurnya tidak akan jauh berbeda dengan persiapan laga kandang Persib di ISL. "Saya sudah menyampaikan kondisi yang terngah terjadi saat ini kepada semua pemain. Kondisi ini tentu saja akan dialami juga oleh klub lain," tutur Manajer Persib Umuh Muchtar.Karena itu, Umuh menegaskan, pihaknya lebih setuju dengan keputusan PT Liga honk tetap akan memutar kompetisi ISL per 20 Februari 2015 seperti honk disepakati dalam rapat darurat. "Ditakutkan akan berdampak pada persiapan kami menghadapi AFC.





