Latest: Add Latest Article Here | Recommended: Add Recommended Article Here

Di sini semua tentang persib bandung

Subscribe For Free Latest Updates!

We'll not spam mate! We promise.

Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Tuesday, January 20, 2015



PERSIB UofS-Salah satu catatan unik dari tim ini adalah ketika menjuarai kompetisi sepak bola Perserikatan yang untuk terakhir kalinya diadakan, yaitu pada tahun 1993/1994.
Dalam pertandingan final, Persib yang ditulang-punggungi oleh pemain-pemain seperti Sutiono Lamso dan Robby Darwis mengalahkan PSM Makassar.
Kompetisi sepak bola Galatama dan tim-tim Perserikatan di Indonesia kemudian dilebur menjadi Liga Indonesia (LI). Pada laga kompetisi LI pertama tahun 1994/1995, Persib kembali menorehkan catatan sebagai juara setelah pertandingan final mengalahkan Petrokimia Putra Gresik, dimana gol tunggal pada pertandingan tersebut dicetak oleh Sutiono.
 Persib juga merupakan salah satu klub Indonesia yang berhasil mencapai babak perempat final Liga Champions Asia. Nasional Liga Perserikatan Juara (5): 1937, 1961, 1986, 1990, 1994 Tahun 1937, Juara Perserikatan (1) Tahun 1961, Juara Perserikatan (2) Tahun 1986, Juara Perserikatan (3) Tahun 1990, Juara Perserikatan (4) Tahun 1994, Juara Perserikatan (5) (Edisi Terakhir Perserikatan sebelum dilebur dengan GALATAMA) Runner-up (8) : 1933, 1934, 1936, 1950, 1959, 1960, 1982/1983, 1984/1985 Divisi Utama Juara (1): 1994–95 Liga Indonesia Tahun 1995, Juara Liga Indonesia Tahun 1996, Penyisihan Grup C, Peringkat 3 Divisi Barat Tahun 1997, Penyisihan Grup B, Peringkat 1 Divisi Tengah Tahun 1998, Semifinalis Tahun 1999, Peringkat 3 Grup B, Wilayah Barat Tahun 2000, Peringkat 8 Wilayah Barat Tahun 2001, 8 Besar Liga Indonesia, Peringkat 3 Divisi Barat Tahun 2002, Peringkat 8 Wilayah Barat Tahun 2003, Peringkat 16 Liga Bank Mandiri Tahun 2004, Peringkat 6 Liga Bank Mandiri Tahun 2005, Peringkat 5 Wilayah Satu Tahun 2006, Peringkat 12 Wilayah Satu Tahun 2007, Peringkat 5 Wilayah Barat, Juara Turnamen Paruh Musim "Laga Bintang" Liga Djarum melawan Peringkat 1 Wilayah Timur Liga Super Indonesia Musim 2008 - 2009, Peringkat 3 Liga Super Indonesia Musim 2009 - 2010, Peringkat 4 Liga Super Indonesia Musim 2010 Peringkat 7 Liga Super Indonesia Musim 2011, Peringkat 8 Liga Super Indonesia Musim 2012. Peringkat 4 Liga Super Indonesia Musim 2013. Juara Liga Super Indonesia 2014.

Juara Celebes cup 2013
Juara wali kota padang cup 2015
Hatur nuhun yang sudah baca blog Persib UofS.
PERSIB UofS
Read More >>


PERSIB UofS-Akang-akang sareung Teteh-teteh, bobotoh saalam dunia mari kita simak sejarah persib nu teu acan teu'rang atau sarung nu atas teu'rang hayuh prung gera tarung.
Sebelum kelahiran PERSIB Bandung, tim yang kita banggakan, kami akan sedikit mengulas mengenai sepakbola di kota Bandung sebelum tahun 1933. Sepakbola sendiri saat itu masih disebut dengan nama sepakraga.
Sekitar tahun 1900, berdiri klub sepakraga BVC (Bandoengsche Voetbal Club) yang merupakan tim yang terdiri dari orang-orang Belanda yang tinggal di Bandung. Bandung dalam hal ini BVC, bisa dikatakan sebagai pelopor sepakbola yang ada di pulau Jawa tentunya bersama tim dari kota Jakarta / Batavia, Semarang dan Surabaya. Tanggal 28 Februari 1903, klub legendaris yang hingga kini masih eksis, UNI (awalnya merupakan singkatan dari bahasa Belanda yaitu Uitspaning Na Inspaning yang kemudian diganti dengan Usaha Nanti Istirahat) mulai berdiri. Dua tahun kemudian berdiri klub Sidolig (singkatan dari bahasa Belanda - Sport in de Openluncth is Gezond – yang artinya olahraga di udara terbuka adalah sehat). Sidolog pun menjadi pesaing dari UNI. Ketiga kesebelasan diatas (BVC, UNI, Sidolig) tidak dapat dipisahkan dari sejarah perkembangan sepakbola di kota Kembang ini. Mereka menjadi tim yang sering melakukan pertandingan dengan Batavia dan Soerabaya atau dengan sesama klub sepakbola di Bandung sendiri. Dimanakah mereka melakukan pertandingan?
Meskipun sudah terdapat beberapa klub, Bandung sendiri belum memiliki stadion yang dibangun khusus untuk sepakraga. Lapangan yang sering digunakan untuk pertandingan maupun latihan oleh klub-klub klasik Bandung adalah lapangan Alun-alun (depan pendopo / taman Masjid Agung sekarang), lokasi ini digunakan sekitar tahun 1900 hingga tahun 1905. Setelah ada peraturan untuk tidak boleh melakukan kegiatan sepakraga di Alun-alun, maka pertandingan berpindah ke lapangan Gementte / Pieters Park (kurang lebih di lokasi parkir Balai Kota sekarang). Lapangan Gementte tidak lama digunakan karena sering membuat gaduh dan mengganggu kegiatan ibadah gereja Bethel dan gereja Katolik yang berdiri tidak jauh dari lapangan. Pegiat sepakraga Bandung kembali harus pindah ke lapangan Javastraat (lokasinya berada di tengah-tengah Jl. Jawa dan jl. Sumatra Sekarang).
Lapangan Javastraat mulai populer dan dijadikan tempat pertandingan. Karena klub-klub sepakraga di Bandung mulai banyak bermunculan, akhirnya lapangan tersebut digunakan bergiliran dan diberlakukan sistem penyewaan lapangan. Kesebelasan bentukan orang-orang Belanda lah yang mendominasi lapangan ini.
Tanggal 1 Februari 1914, organisasi perserikatan sepakbola didirikan di Bandung. Organisasi ini bernama Bandung Voetball Bond (BVB) yang menjadi wadah atau induk bagi klub-klub sepakraga yang ada di kota Bandung. Di awal pembentukannya ini, BVB menggelar sebuah turnamen namun Residan Priangan tidak mengijinkan lagi lapangan Javastraat digunakan untuk sepakraga. Akhirnya lapangan sepakraga kembali lagi ke Alun-alun. Tercatat ada 5 tim kota Bandung yang mengikuti gelaran turnamen tersebut.Tim-tim tersebut adalah UNI, Sidolig, LUNO, Sparta, dan Velocitas. Dua nama terakhir merupakan kesebelasan dari Militer Belanda, jika Sparta adalah perkumpulan sepakraga militer yang bermarkas di pusat kota Bandung, sementara Velocitas adalah tim militer dari markas Cimahi. Turnamen atau bisa juga dikatakan sebagai liga ini rutin diadakan setiap tahun.

Tahun 1923, pergerakan/perjuangan kaum nasionalis mulai menjalar ke sepakraga. Kaum pribumi yang selama ini merasa dianak-tirikan akhirnya membentuk sebuah asosiasi yang mewadahi bagi klub-klub lokal (kaum pribumi). Klub yang dijadikan alat perjuangan kaum Nasionalis ini bernama Bandoeng Inlandsche Voetball Bond (BIVB). Asosiasi ini menjadi saingan kuat dari BVB. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yaitu R. Atot. Sebagai tim “kelas 2” BIVB hanya bermain di pinggiran kota Bandung, yang kerap digunakan mereka adalah Lapangan Tegallega, di depan tribun pacuan kuda.
Ketika Alun-alun kembalitidak diperbolehkan dijadikan tempat kegiatan sepakraga, akhirnya UNI membeli lahan untuk dibangun lapangan sendiri di jalan Karapitanweg (Jl. Karapitan) di tahun 1924, dan mulai digunakan setahun kemudian (1925). Seperti tidak mau kalah, Sidolig pun kemudian membangun lapangan sepakraga di Groote Pastweg (Jl. A. Yani sekarang), yang sampai kini kita sering menyebut dengan nama stadion PERSIB. Di kedua lapangan ini seringkali digunakan pertandingan antar kota maupun kedatangan tim-tim dari luar negeri. Pamor UNI semakin menanjak bahkan mengalahkan popularitas induknya yaitu BVB. Keadaan ini akhirnya menjadi pemicu konflik antara UNI dan BVB.
Sementara itu, di kota-kota lain pun berdiri perkumpulan sepakbola yang berlandaskan Nasionalisme, seperti VIJ Jakarta, SIVB (Surabaya), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB ( Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (sekarang PSIM Yogyakarta). Dengan munculnya tim-timlokaldi tingkat daerah waktu itu, akhirnya dipandang perlu untuk membentuk induk organisasi pribumi di tingkat Nasional.BIVB sebagai klub perjuangan kaum pribumi, menjadi salah satu klub yang turut membidani Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia (PSSI) di tahun 1931 di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. Perwakilan dari BIVB dalam pertemuan tersebut adalah  Mr. Syamsuddin. Setelah melalui perbagai pertemuan akhirnya disepakati berdirinya organisasi induk tersebut yang berkedudukan di Mataram. Dengan demikian maka mulai di tahun ini ada 2 induk sepakbola di tanah air, NIVB produk pemerintah kolonial dan PSSI produk dari orang-orang pribumi. Setelah PSSI berdiri, kejuaraan nasional untuk kaum pribumi pun mulai dirintis.
Pada awal era 30an, di Bandung juga muncul dua klub baru yang mewakili kelompok pribumi yaitu Persatoean Sepakraga Indonesia Bandoeng (PSIB)  dan National Voetbal Bond (NVB).


Read More >>

Copyright © 2016 - Persib the Unofficial site - All Rights Reserved
(Articles Cannot Be Reproduced Without Author Permission.)
Design By : | Powered By: Blogger